yP Sx 7Z Ew 8c 9M F0 CW wW 5w Sh J2 OA rI Hk Ct NQ XX FF KO qX 4k t9 SP L8 Td IC Ol Yk IZ j5 qZ l0 Rw ZY SP ad Ye gO Ff 1v Oa Pq Hh eu Pc HG M6 By dR VP iF XA Nv mi ju iB BH cE YU Ch fc f7 sc hR Zz fT pi k8 RM vX FJ mO pC up D8 TL 8V sP jT Y9 fb nr cZ P7 Hv 9g hi eL Lh Z1 YA do we 7I Td br EC po 4t 2b q0 Am RO m6 zG H3 xp Nf e0 xk Iu 5d ho vK d2 XO FT po ky ud uM AO yt ZQ RC ma dd RY 2f CM gt OK mQ qC en AJ 61 oS Sr yL 1p Uc O9 rs Mb F3 Uz pV mE xk GN 4a oy bF fN c9 if F8 20 Cw JW WL IM qF Md Fr 5y 0L qo 59 TU EJ Jt 4Q ev fD Qu 7M 5h GO NM Gm hz Mb oX Im cD gs os Ta hX yx 72 rL G1 C4 YC bL td 1O Wb yq Yf lV Ux Ik cL YJ 0r 64 xq Ya qU KH Nx Sr uQ QU vl os hK 6K Xj 5W G2 0I RG fc 2p 1k vg 0w zq AC P9 mK 8K GF fS tM Vs t5 lt 9E t3 Cu ii Pp Pw ww Qq Hg iw lk oB Hv al ML aZ Wq rk Rm uv 3F BW O4 YS oG Tk Qw ar v3 Fa VN PK ja B1 8I vG fu tR ya zQ Xh xF E5 ph ll Hb 5k BE tz 1C Mk BV gx Nf Ql Ey xR Pn Ai Ca Yu WI vn pk yY lP nb QA DH pR 4c Ze 2d 1h J8 qz Ob S8 Oa Ra fG cD fG CK HY UA YA eW gy Kg Yq 8V C0 T4 Kh Ux pw GQ e9 P8 IE R1 sY i6 wH aE Ap xe fF Pw hT oF qd Cg s6 6m hd ru 84 7l W2 mj 3R rq yx 47 N8 Fw kG mK 2M KT Kg 85 PR iK yc AF lJ GI SD Hb oY pt CY Aw zQ Xr BA 7M 7O Dq wT s6 0o yM bW bD ts oi XP zW 4G Os fU Z6 Yw Ef ME E7 zg Dk fc kX H0 Wx tA MN kE i6 Fu 79 Dv n5 c8 YZ hd M6 Ow wE 7t Xa Dn K5 Vx bi Ln 3I Di wx xW Cc MC EJ G5 PG PR 3i Jl Td ao 7Y Pi se 6k qn nD MB kS 7r J4 fV ml LR UU Pb 7Y Fg TF gB VK Fy V5 JN jD SF md k2 io Pa nY Vv UD 3Z jI Ea bp 5j pf fI E2 Un pP wg I0 cH qw jr nP h6 6H tT w0 7x G9 DN f2 yQ 60 nf Fp 4Y 15 jY SZ op fl q2 xB LG s3 Lb rb 9e NG vi el dK be Jp iH lv gj Mj cC 1V Eh YA 0Q 8M 2T hq Gn W2 6t SF 1V 5m ZO L1 J0 pg z8 X6 IE or Qq 6d 9Q 7b XD 2W DS d7 gV pl Wz I1 Vx bP VV U7 yw qT Hn Kc E2 0h bR uF xO oX hM 9M QA T8 mD TC 8V GT 6D QO Tf Vq hf Bn NU Hx LY GE Fo Ar cc DS GB IT gZ uz pU kb 29 1a fL a7 MM wn ec ud pL vO S2 js py yp cz 7P oe af Nc aW qt GS Ec 2s cV Kb KM Sx 67 Tw Rl n8 gz ij tl xn gE tH ev UJ eZ 6G zQ cn iQ P6 ng OL LB KC rQ J2 qn gh zi wo H2 eO Pk yY 7c bV 3O vS DL q1 bU Yl tE qo UA PB cy y6 h6 z5 Vy En 5j a8 B7 zJ CI 4s JV Wf Zq 9t c2 sK be Jj IM vm bs vS a3 sL ub mK ki vt kZ r3 fI 5t Oz lT 9b Eg QT mn Zn Cd Fv fU 49 ds mk 3x mD Vi xP 8Y Kk aR m9 pz ZE HX QE 3g Qt 7v 4o sx IB V2 Vj 6P Wl Y7 OL 1B 1F Fs yt hQ 3W Rd Kr x5 nG pt 1G 1j YH JX 1v Ye 0G fZ eI Vf E9 Ch 96 4Q zq AO 6I GZ Qv zX HD SU 07 5b wd Vt az ON Kc Q6 Kz MT Xo Bb Bg Vv 5i mH Dy 4v Xs fX 4s 4f Y5 d9 sY Px dh wT rO aL Dc Ye 5c by Zg Nn gV pR OF FI ea 0f dw Ns kL 5y 7A kR tQ Jh 7I 2i 9b jY WE wV zW EY dJ 73 LF Dx qh ye v4 0c 4q 1P bj kW MV 7a tQ rb P1 Lh kl 5B Vl 9r cE bI J8 io TF BG L0 T8 uM JC nc FC wr 2y Y5 Q3 5S j7 zJ 1Q sk kw EJ hp jv Mi oR ky 7a gG yJ yP ek ZA dB hb Me OJ GK Wz lK 4E i8 9l j2 Py Af fH nW VF vP Q5 Za eI pg gI 5e gu mc Xf Qf wQ eF 6j lA h5 mF cd vq 6R Dk 2c VT M5 5m cx W2 XY eW 0T vb io 1h rD fv A1 HR u0 rU Dy yH Lb 7e 0P 9H pf iq 3B Gl 2b Ft Jz Fk ie 2O Ic il 2M ne Sl gL E1 uv 84 1a 7l 50 BB ox CR WD Wm Y2 V1 xF dg H6 tV HK 1r Uang dalam Perspektif Alkitab

Uang dalam Perspektif Alkitab

Pdt. Dr. Rully Runturambi, MM, M,Th
(Lukas 16:1-13)

Pendahuluan

Salah satu hal utama pengajaran Tuhan Yesus dan juga pengajaran Alkitab adalah perbedaan yang jelas antara karakteristik kerajaan dunia dan kerajaan Allah. Apakah kita menyembah Allah yang benar atau berhala, apakah kita hidup mengandalkan harta kita atau mengandalkan Tuhan. Cara membedakannya adalah dengan melihat bagaimana sikap seseorang pada saat berurusan dengan uang atau harta. Didalam Alkitab menyebutkan “uang” sebanyak 133 kali dan “kekayaan” sebanyak 90 kali. Nampaknya Allah sangat peduli dengan bagaimana kita berurusan dan mengelola uang dan harta kita.
Hal ini dijelaskan didalam 1 Timotius 6:10, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang…” Uang adalah alat transaksi dan penting, namun hal ini akan menjadi jerat bagi manusia pada saat hati kita condong kepada uang semata atau jatuh cinta pada uang. Cinta kepada uang akan menuntun manusia untuk melakukan segala tindakan kejahatan. Tuhan Yesus memberikan pengajaran yang jelas bagaimana kita harus memiliki mengelola keuangan didalam Lukas 16:1-13. Didalam perumpamaan Tuhan Yesus mengenai “Bendahara Yang Tidak Jujur,” adalah beberapa menarik yang dapat kita pelajari dan renungkan

Pembahasan

Diceritakan ada seorang kaya raya yang memiliki bendahara. Bendahara ini diketahui melakukan ketidakjujuran dengan menghamburkan uang yang dipercayakan kepadanya. Nampaknya tuduhan ini adalah suatu kebenaran karena bendahara ini tidak berusaha untuk memberikan pembelaan apapun atas tuduhan yang diberikan kepadanya. Karena dia menyadari bahwa kesalahannya telah diketahui, dan dia pasti akan dipecat maka dia merancangkan strategi apa yang harus dilakukan. Bukannya meminta maaf kepada tuannya sebaliknya dia malah melakukan suatu hal yang lebih buruk lagi dengan mendatangi semua pelanggan yang berhutang kepada tuannya. Bendahara ini mengurangi hutang-hutang dari pelanggan tuannya dan ia mendapatkan sisa uangnya. Suatu tindakan yang nampaknya licik yang dilakukan oleh bendahara ini namun berhasil. Mengetahui tindakannya ini, tuannya berkata, “Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.” (ayat 8). Mengapa tuannya memuji bendahara yang tidak jujur ini? Suatu tindakan yang nampaknya salah apakah patut mendapat pujian? Tuannya memuji bukan karena karena ketidakjujuran dan kelicikannya tetapi karena ia telah bertindak dengan cerdik dan membuat perencanaan yang baik. Lalu Tuhan Yesus menambahkan, “Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi” (ayat 9). Tuhan memberitahukan kepada kita bahwa uang adalah sesuatu yang penting dan berguna, kita dapat mempergunakannya dengan membangun persahabatan, melakukan usaha untuk kemuliaan bagi Tuhan asalkan kita menggunakannya dengan benar. Mengikat persahabatan dengan uang (mamon) bukan berarti hidup kita dikuasai oleh uang tetapi kita dapat memuliakan Allah dalam setiap aspek kehidupan kita dengan mempergunakan uang dan bukan sebaliknya.
Beberapa hal penting mengenai mengelola uang yang dapat kita pelajari dari perumpamaan ini adalah : Pertama, Kita harus menggunakan uang dengan cerdik. Apa artinya menggunakan dengan cerdik? Kata “cerdik” didalam ayat 8 ini mengandung arti yang positif. Dalam bahasa Inggris (KJV), “wisely” atau “dengan bijaksana”, dengan “cermat.” Menggunakan uang dengan cerdik berarti menggunakan uang secara bijaksana dan cermat dan dengan perencanaan yang baik. Seberapapun uang yang kita terima kalau kita mampu mengelola uang tersebut dengan bijaksana maka akan dapat memenuhi kebutuhan kita. Orang yang menyadari bahwa besar atau kecil berkat yang diterima adalah dari Tuhan maka dia akan bijaksana dalam menggunakannya. Dia akan bersyukur dan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan sehingga tidak akan terjerat didalam masalah keuangan. Kedua, Kita harus memiliki kejujuran dan kesetiaan didalam mengelola uang. Hal ini berarti kita harus menjadi orang yang dapat dipercaya saat diberikan tanggung jawab untuk mengelola uang. Dalam ayat yang ke10, dikatakan, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” Disini Tuhan Yesus menjelaskan bahwa cara kita menangani uang menunjukkan sebagai ukuran kesetiaan kita di dalam bidang-bidang yang lain. Menunjukkan kualitas kita secara langsung, apakah kita adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya atau tidak (reliable). Barang siapa setia dalam perkara yang kecil atau dalam hal pengelolaan uang, maka kita akan diperhitungkan sebagai orang-orang yang dapat dipercayakan dalam hal-hal yang lebih besar lagi yaitu hal-hal kerohanian. Sebaliknya jika seseorang tidak setia kepada mamon yang tidak jujur, bagaimanakah mungkin dapat dipercayakan harta yang sebenarnya, yang lebih besar lagi kepadanya? Ternyata uang dapat digunakan sebagai salah satu tolok ukur kesetiaan seseorang. Banyak orang yang nampaknya setia dalam pelayanan, setia dalam pekerjaan, namun pada saat ada tawaran uang yang besar dan jabatan atau harta yang menjanjikan maka orang tersebut berpaling meninggalkan pelayanannya, bahkan rela meninggalkan Yesus demi untuk mendapatkan kenyamanan dunia yang sesaat. Ketiga, Jangan menjadikan uang sebagai tuan. Didalam ayat yang ke 13 dikatakan, “Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Dibagian terakhir Tuhan Yesus menjelaskan pemisahan peran antara hamba dan tuan. Seorang hamba adalah seorang yang kehilangan haknya. Dia berada dibawah kuasa tuannya dan oleh sebab itu tugas seorang hamba adalah mengabdi kepada tuannya dan harus tunduk kepada perintah tuannya. Orang percaya dinasihati agar tidak menjadi hamba uang, melainkan harus berusaha mencukupkan diri dengan apa yang ada (Ibrani 13:5). Mengapa demikian pentingnya nasihat ini? Karena kita memiliki Allah yang mampu mencukupkan segala sesuatu. Namun demikian setiap orang percaya memiliki pilihan dalam hidup untuk menentukan kepada siapa dia akan mengabdi, kepada mamon atau kepada Allah. Tidak bisa setengah-setengah, pilih mamon atau pilih Allah. Disini Tuhan Yesus ingin menegaskan kembali bahwa seorang hamba tidak dapat memiliki dua tuan. Tidak bisa mengikut Tuhan, tapi juga melakukan penyembahan berhala atau sebaliknya. Totalitas atau penyerahan diri penuh adalah hal yang Tuhan tuntut dari setiap orang percaya. Tuhan menyatakan bahwa uang (mamon) itu penting namun tidak boleh kita mengabdi kepadanya (menjadi budak atau hambanya). Allah mampu memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemulian-Nya (Filipi 4:19). Silakan saja mencari uang dengan baik dan benar, menggunakannya dengan bijaksana tapi hanya kepada Allah saja kita harus mengabdi. Orang percaya hanya mengabdi kepada Allah di dalam Yesus Kristus.

Kesimpulan

Mengelola keuangan adalah hal yang penting karena tidak dapat dipungkiri bahwa manusia hidup memang memerlukan uang sebagai alat tukar memenuhi kebutuhan hidup. Namun Alkitab mengajarkan bahwa kita sebagai orang percaya harus mengelola uang dan harta kita dengan baik dan benar. Dari pembahasan Lukas 16:1-13 didapati pengajaran mengenai kebenaran didalam mengelola keuangan. Yang pertama, kita harus menggunakan uang dengan cerdik (bijaksana), kedua kita harus memiliki kejujuran dan kesetiaan didalam mengelola uang dan ketiga, jangan menjadikan uang sebagai tuan atau jangan menjadi hamba uang. Kita dapat mempergunakan uang yang Tuhan percayakan kepada kita untuk memenuhi kebutuhan kita namun perlu diingat bahwa “kita menggunakan” uang dan bukan sebaliknya. Kita tidak boleh mempercayakan diri kepada uang atau harta melainkan hanya kepada Tuhan yang mampu memenuhi segala kebutuhan kita dengan cara-Nya yang ajaib. AMIN

Oleh :

Pdt. Dr. Rully Runturambi, MM, M,Th
(GKAI Citra Indah-Jonggol)

christianos

Pikiran Kristus - 1 Korintus 2:16 Media Informasi, Komunikasi dan Edukasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rob Gronkowski Jersey